saat nulis postingan ini lagi ada seseorang yang curhat ma gw melalui ym tentang hari2nya yang mengharu biru…
kisah tentang hubungannya dengan sang pacar yang mengharu-biru (paan si gw pake kata2 ini terus?!)
sang pacar adalah seseorang yang bercita-cita menjadi maha guru JEDI, tapi temen gw hanya ingin jadi seorang ibu yang baik, yang tentunya cita2 mereka berdua ga nyambung, si Jedi wannabe ini ya pgn seperti jedi yang ga nikah(dan ga kawin tentunya), sedangkan temen gw ini karna dia pingin punya anak ya tentunya harus nikah, ngga si, tapi harus kawin, ngga juga si bisa ngangkat anak, yah pokoknya secara normal harus begitu dulu kalo mw punya anak, yang karna sang pacar begitu ya ga mungkin bisa, toh temen gw ini sebenernya tau kalo dia harus siap menjanda kapan saja…
dan dia membicarakan tentang pernikahan, hihihi
nah nah, trus beberapa bulan yang lalu sempet ada kuliah umum tentang Lesbi di kampus gw yang diadakan oleh orang2 yg ga ber*****
trus apa hubungannya?
jelas berhubungan,
jadi wondering, pernikahan itu apa si?
batas manusia secara jenis kelamin itu sampe mana?
trus gw mulai berdiskusi dengan binder gw tercinta,
sekilas info:tidakkkk…ada orang psycho yg berjenis kelamin lelaki yang baru aja melepas celanany didepan gw, selanjutnya terserah anda…
melanjutkan kembali, jadi kenapa laki2 harus selalu berpasangan dengan perempuan? faktor pembatasnya apa? SEX kah? apa karna anak baru bisa dihasilkan jika laki2 dan perempuan melakukan itu? jadi yang membatasi perempuan ga bisa pacaran dengan sesama jenis atw laki2 juga karna mereka ga bisa menghasilkan anak?padahal kan kalo kata orang2 si (syapa coba?) sama2 nikmat gituh…
norma agama? manusia diciptakan berpasang- pasangan, laki2 dengan perempuan?
hukum alam? hormon lo bereaksi kalo ada hormon dari kutub lain?
ataw rekonstruksi manusia? balik lagi biar ada regenerasi, penerus segala harta benda?
okeh jadi batasnya disitu, namun berhubung gw ga demen2 amat punya anak berarti gw ga harus suka dengan lain jenis kan?
trus masalah pernikahan, apakah itu fitrah dari Yang Dipertuan Agung, Tuhan Yang Maha Esa?biar manusia lengkap?biar manusia bahagia?
ataw ini juga bagian dari peradaban yang tentunya bentukan manusia? hasil dari turunan bahwa manusia adalah manusia yang memiliki akal, jadi harusnya bisa memikirkan segala perbuatannya dan juga konsekuensinya? untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan?
mungkin begitu, mungkin juga tidak, tapi sejujurnya saya setuju dengan pernikahan walaupun menurut saya pernikahan hanyalah pelegalan hubungan sex, karna ya itu tadi, tanggung jawab dong kalo berani melakukan ‘itu’, masalahnya ada konsekuensi bwat pihak cewe, yaitu bisa hamil, man, ada kehidupan baru gitu lo, tanpa komitmen yang jelas dari kedua belah pihak apa jadinya si jabang bayi ini?nah seharusnya ada komitmen atw kontrak sebelum menikah, jadi kan jelas ntar gimana nasib dan kebahagiaan kehidupan lain yang sedang mereka pertaruhkan…
fyuh….rasanya ni posting dah mulai kepanjangan, jadi posting ini terselenggara atas inspirasi dari orang2 di sekitar yg selalu membuat saya bertanya-tanya, trimakasih kawan!