Archive for September, 2007

semua

Saturday, September 22nd, 2007

tolong jangan membayangkan waktu terbentang seperti pada penggaris panjang dimana ada titik-titik waktu yang terentang dan dan terpisah satu sama lainnya. waktu dan ruang adalah hal yang nisbi. pertama bayangkan saja apa yang dinamakan  waktu dimana jam berfungsi sebagai penanda(atau petanda?). jika jam tidak ada apakah waktu ada? lalu bagaimana ketika seseorang bertanya padamu "lagi ngapain sekarang?" bagaimana kita dapat menjawab pertanyaan seperti itu. itu hanyalah pertanyaan retorik karena mustahil untuk menjawabnya. andai saja ketika dia bertanya kita sedang membaca, tapi apakah kita dapat menjawab pertanyaan itu dengan saya sedang membaca? tidak, karena jika kita menjawab seperti itu kita sedang berbohong karena kita membaca adalah masa yang telah lewat. jelas2 kita sedang berbicara. waktu tidak pernah ada, karena waktu hanyalah keterikatan atau keterkaitan antara dua atau beberapa hal. seperti bumi yang bergerak megelilingi matahari atau atom-atom yang bergetar, atau sel-sel mahluk hidup yang  terus membelah. yang ada hanyalah kejadian2  atau fenomena2 atau hal sebelum atau sesudah sesuatu yang dijadikan acuan saja. maka waktu tidak berbaris bagaikan angka pada penggaris. karena masa lalu tidak ada, begitu juga dengan masa depan. yang ada hanyalah sekarang. lalu bagaiaman dengan ruang sendiri? ruang itu juga nisbi karena ia juga memakai acuan. saya sedang mengambil kuliah mikropaleontologi. itu adalah ilmu yang mempelajari fosil dalam skala mikro. ada yang bernama globigerina, globorotalia, sphaerodinella dll yang aneh2. ukurannya hanya sebesar pasir halus. orang awam akan sulit membedakannya dengan pasir biasa. nah, lalu saya harus melihatnya melalui mikroskop. maka dari apa yang tampaknya tidak memiliki dimensi itu terlihat yang namanya aperture, itu adalah rongga dari cangkang si fosil plankton. cangkangnya terlihat seperti bola dan ternyata apa yang terlihat hanya seperti titik saja sebenernya memiliki panjang, lebar jg tinggi. yang terlihat lurus ternyata bergelombang. apa yang terlihat dengan mata telanjang ternyata tidak sepenuhnya benar. maka ruang pun tergantung pada suatu acuan yaitu bagi dia yang dapat memaknainya dengan menggunakan simbol. dia itu ya manusia. mungkin untuk amoeba garis yg untuk kita terliat lurus itu seperti pegunungan denga puncak dan  lembahnya. betapa absurdnya!
jadi manusia memang unik karena dapat menciptakan  simbol, salah satunya bahasa. tanpa bahasa apa jadinya dunia manusia? walaupun sekarang sering terjadi pengurangan atau penambahan makna seenaknya pada suatu kata. jadi gw kesel banget ma orang yg menganggap remeh masalah bahasa. mau apa manusia tanpa bahasa? ilmu dan peradaban takkan pernah ada dan berkembang. jadi wahai calon2 teknokrat, belajarlah beretorika dan menghargai bahasamu sendiri, karena kita ga akan pernah mandiri tanpa mengerti hakikat dari bahasa kita dan bagaimana menggunakannya. retorika peting, karena tanpanya segala ilmu dan fakta yg lo punya akan sia2. ga akan ada keberlangsungan ilmu di indonesia kalo rakyatnya ga mengahragai bahasa indonesia. jangan sombong mentang2 belajarnya teknik dan merendahkan bahasa, tanpanya kamu bknlah apa.

hahaha, semangat. manusia  itu harus bekerja,  kalo kata marx itu bentuk dari perwujudan manusia. jadi jangan jadi pemalas yg kerjanya tidur doang di kosan atau menghayal aja. banyak banget hal ug menunggu lo di luar sana! jangan  hanya mau bersenang-senang aja. masih banyak manusia yang miskin, kelaparan, bodoh dan tertindas di luar sana. berhenti lari kepada surga! cintailah dunia!

…AMOR FATI…