Archive for October, 2007

malam dan mereka

Saturday, October 27th, 2007

Once I wanted to be the greatest
No wind or waterfall could stall me
And then came the rush of the flood
Stars of night turned deep to dust

Melt me down
To big black armour
Leave no trace
Of grace
Just in your honor
Lower me down
To culprit south
Make ‘em wash
A space in town
For the lead and the dregs
Of my bed i’ve been sleepin’
Lower me down
Pin me in
Secure the grounds
For the later parade

Once I wanted to be the greatest
Two fists of solid rock
With brains that could explain
Any feeling
Lower me down
Pin me in
Secure the grounds
For the dregs of my bed
I’ve been sleepin’
For the later parade

Once I wanted to be the greatest
No wind or water fall could stall me
And then came the rush of the flood
Stars of night turned deep to dust

aku ingin mengabadikan malam ini…
malam yang mungkin akan jarang kunikmati lagi…
karena disini aku sedang menikmati malam-malam jahanam lain bersama dengan para jahanam…
dio, gita dan yang baru datang oky…
malam2 lain di sunken…
ahhh…orang2 yang gw sayangi…
dio yang sekarang kuliah di sosiologi UI
oky yang dah lulus S2 dan kerja di jakarta…
dengan diiringi lagu2 kami yang penuh makna…

Hard times flowing and my eyes couldn’t see stars shining
My heart couldn’t feel the beauty of the rising sun
And I’m lost like a bottle that floats in the sea for ever
Will somebody pick up my hope?
Will somebody try?
Will I realize?

’cause it’s broken broken
Something got broken like stolen
Stolen, like if it was stolen
And hurting, hurting
I have been hurting and now
Only time will tell
Time will heal

Just pieces of truth that I chose to keep
No matter if now they are gone
No matter if I am alone
Still I can get back on my feet and walk on
As I know there was something to learn
I know there will always be more worth moving on for

Though, it’s broken broken
Something got broken like stolen
Stolen, like if it was stolen
And hurting hurting
I have been hurting and now
Only time will tell

I’d love to be one of those colorful early summer days
When everybody is happy that you came
Everybody smiles back at you as soon as your eyes cross their eyes
But something has to happen first
I know winter has to come before it blossoms

So it’s broken broken
Something got broken like stolen
Stolen, like if it was stolen
And hurting hurting
I have been hurting and now
Only time will tell

yah…memang kami tidak sama lagi seperti dulu…
tapi gw sungguh beruntung bisa mengenal dan mengalami hidup bersama mereka…
bercerita tentang kehidupan yang tak lagi sama ditemani dengan bulan penuh yang bertengger di cakrawala…juga kerlap kerlip lampu bagaikan menyemarakkan kehidupan dengan warna-warninya…

aku ingin menelan bulan
supaya cahanya menerangi hatiku, yang kelam

haha…sambil makan garam dan ditemani marlboro…
aku tau, setiap kehidupan memiliki kisahnya masing2
dan kami adalah bagian dari kehidupan itu

cerita yang kami mulai kurang lebih 2 tahun yang lalu
siapa yang tau masa depan mempunyai kado apa untuk kita semua???
kami benci keramaian!tapi hati kami takkan pernah menjadi sunyi dan kosong

karena ada dirimu, diriku
dan kita akan menjadi sebuah pohon kehidupan
yang menunjamkan akarnya ke perut bumi
yang memberikan keteduhan bagi yang bersedia singgah dan sedikit mengenal kami

saya sungguh beruntung
karena adanya kalian
saya lebih kuat dan lebih bermakna
karena apalah artinya hidup yang tak bermakna..
siapa yang tau 10 tahun kemudian
tapi masih ada kita disini, saat ini…

rest your head
you worry too much
it’s going to be alrite
when times get rough
you can fall back on us
dont give up
please, dont give up…

style,fashion dan teman2nya

Wednesday, October 24th, 2007

awalnya saya sepakat dengan kalimat yang saya baca di sebuah majalah "i believe in style, but not in fashion". di sini saya mendefinisikan style sebagai cara orang berpenampilan untuk mengekspresikan dirinya (tidak hanya pakaian tetapi juga segala aksesorisnya). dan fashion adalah tren berpenampilan yang sedang populer dan dipakai oleh kebanyakan orang pada era tertentu. yap, saya sepakat karena memang gaya atau style sedikit banyak merepresentasikan siapa kita. contohnya orang yang mengenakan celana skin dengan sepatu boot dan dengan rambut disulap berdiri tegak ke atas adalah anak punk yang menganut paham anti kemapanan. atau orng yang mengenakan celana cargo dengan sepatu atau sendal gunung dan berambut gondrong biasanya adalah anggota komunitas pecinta alam yang hobinya jalan-jalan.atau saya mengambil contoh dari kehidupan di kampus. orang yang berpenampilan lusuh dengan pakaian yang seadanya dan rambut gondrong sering diasosiasikan sebagai aktivis kampus. style dapat dipakai untuk menunjukkan siapa kita dan orang seperti apa kita. style dapat dipakai untuk membedakan diri kita dengan orang lain.

namun sekarang kenyataannya, style dan fashion hampir ga ada bedanya. karena apa? karena ternyata orang-orang yang bergaya aneh-aneh atau berbeda bisa begitu hanya karena mereka mampu membiayainya. silahkan lihat sendiri sekarang, apakah orang-orang yang suka mengenakan celana skin dengan rambut berdiri menganut paham anti kemapanan? nyatanya belum tentu. sedangkan orang-orang yang sebenarnya memang menganut paham itu namun tidak mampu membiayai segala macam perlengkapan itu. orang-orng tidak mampu yang sebenarnya juga memiliki gaya dan ciri khas dalam dirinya tidk memiliki uang untuk menunjukkannya. sehingga apa yang terlihat belum tentu menunjukkan apa yang di dalam.

lebih jauh, karena sekarang kita memang hidup di jaman pencitraan, yang terutama didukung oleh media massa. yang penting adalah apa lo tampilkan dan apa yang orang tangkap darinya. saya sendiri sebagai orang yang hidup di bandung dimana style adalah segalanya melihat bahwa penampilan bisa menipu! gada bedanya tukang parkir dengan eksekutif muda. semuanya bergaya sesuai dengan apa yang ditampilkan di media, tentunya menyesuaikan dengan kondisi kaantong masing-masing. tapi intinya tetap satu, yang penting gaya, simbolisasi, sekalipun itu ga terinternalisasi dalam diri lu. style sekarang tidak merepresentasikan keunikan diri lu lagi karena itu bukan merupakan hasil pemikiran lu, bukan hasil daya kreasi dan imajinasi lu. style hanyalah apa yang kamu lihat setiap hari di media, baik tv atau majalah (baik yang mengaku majalah mode ataupun bukan), yang adalah agen pemelihara konsumen dan pendukung konsumsi massif yang boros. semuanya merasa berbeda dan unik padahal menuju satu jurang yang sama.

saya tidak bermaksud menggeneralisir semua penduduk dunia di sini. hanya saja itulah kenyataan umum yang saya lihat dalam kehidupan sehari-hari. tampilan semua orang hampir sama. yang perempuan dengan baju baby doll dan leggingnya, tidak lupa dengan rambut lurus terurai dan poni membelah ke samping. lalu yang lelaki dengan celana skin super kecil di bagian bawah, dengan rambut naik ke atas ditambah dengan jam levi’s pergaulan. makanya saya sekarang ga sepakat lagi dengan kalimat yang saya kutip di awal tulisan ini. saya benar-benar akan berusaha dengan sepenuh hati untuk tidak menilai orang dari stylenya. mungkin memang saat ini yang penting adalah apa yang kita lakukan, bukan apa yang kita tampilkan.