Manifesto Cinta dan Keresahan
Saya tidak pernah
percaya pada suatu hubungan yang disebut pacaran. Karena saya juga tidak
percaya pada sesuatu yang disebut ‘cinta’ lawan jenis, yang selanjutnya akan
disebut cinta saja. Apalagi sama yang namanya ‘soulmate’. Saya percaya pada
kasih sayang, karena memang ada begitu banyak orang yang saya sayangi di dunia
yang aneh ini.
Memangnya apa
yang disebut cinta itu? Melalui observasi yang saya lakukan saya menyimpulkan
bahwa cinta adalah akumulasi dari berbagai hal.Akumulasi dari gen kita yang menginginkan untuk tetap
ada dan direproduksi atau aspek prokreasi.
Akumulasi dari perasaan ketakutan, kegelisahan, keinginan untuk lari, mencari
tempat berlindung-alias pelarian, atau ketidakpuasan kita akan hidup. Akumulasi
dari keterasingan kita dari diri
sendiri dan hidup, keinginan untuk dimengerti dan dipahami, keinginan untuk
merasa aman dan nyaman, keinginan untuk diakui bahwa kita ada, dan berada dengan unik
dan berbeda.
Keinginan untuk ada ini
juga menimbulkan perasaan kepemilikan.
i’m yours and you are mine. Karena
objek yang lain ini seakan menegaskan bahwa kita unik sehingga dapat menarik perhatiannya,
bahwa kita masih memiliki fungsi di dunia ini karena kita dibutuhkan.
Intinya itu semua adalah ego atau ke-aku-an kita.
Saya tidak setuju
dengan logika kepemilikan ini. Manusia bukanlah benda yang diam-kosong-tak
berkesadaran. Hidup manusia itu terbuka karena faktor kesadaran, dan implikasinya adalah manusia dapat memilih. Manusia tidak dapat begitu
saja diarahkan dan dimanipulasi. Karena hal ini jugalah saya sering bingung mengapa
ada perdagangan binatang, apalagi perdagangan manusia. Mengapa mahluk yang
dapat bergerak dengan bebas dan memiliki tingkat kesadaran bisa kita tukar
nilainya dengan uang. Seakan-akan mereka ada karena kita dan kita adalah
penguasa atasnya. Seperti sesuatu hanya dinilai berdasarkan kepentingan manusia
dan mereka hanyalah objek pemuas nafsu dan kebutuhan manusia, tidak lebih.
***
Bintang adalah nenek moyang semua yang hidup. Saya pernah mengikuti kuliah umum
astronomi mengenai bintang. Tentang keberadaan dan daur hidupnya. Setelah
terjadi ledakan besar atau Big Bang yang ada hanyalah unsur ringan seperti
helium dan hidrogen. Ini adalah unsur utama pembentuk bintang. Namun dengan
berjalannya daur hidup bintang, maka akibat reaksi internalnya hadirlah
unsur-unsur berat pembentuk kehidupan seperti unsur karbon. Tanpa adanya bintang
tidak akan ada kehidupan. Semua yang hidup pun memiliki unsur yang sama yang
dihasilkan oleh bintang. Maka sebenernya kita bersaudara dengan segala yang ada
di alam semesta. Kita tidak terpisah. Kita adalah satu kesatuan yang organis.
Manusia mungkin
merasa terpisah dengan alam di sekitarnya karena adanya pembagian antara tubuh,
jiwa dan ruh. Karena ruh adalah yang abadi, sedangkan alam fana, dan berasal
dari luar dunia ini sehingga manusia pun merasa terpisah dari alam. Padahal
keberadaan ruh adalah sebuah pengetahuan apriori yang belum dapat dibuktikan
kebenarannya.
***
Lalu apa
hubungannya antara cinta tadi dan bintang? Karena kesadaran pada keterhubungan
inilah maka saya merasakan kasih sayang pada sesama mahluk. Tidak terbatas pada
manusia saja. Kasih sayang ini adalah kasih sayang yang universal karena kita
adalah sesama mahluk yang terdampar dan menderita di dunia. Karena ternyata
kita tidak terpisah dengan entitas di luar diri kita. Bahkan kesadaran kita pun
dipengaruhi oleh objek eksternal di luar diri kita. Seperti kata sartre, kesadaran selalu membutuhkan objek.
Bagaimana
karakter dan kepribadian kita dibentuk juga ternyata sangat dipengaruhi oleh
lingkungan kita. Indra kita tak akan ada artinya tanpa ada yang dicerap dan
dimaknai. Kita bukanlah mahluk yang dapat berdiri sendiri! Ini adalah bagian
dari etika hidup saya. Salah satu manifestasinya saya menjadi vegetarian. Saya berusaha untuk
meminimalkan kekerasan dan penderitaan yang ada.
Lalu kembali pada
masalah cinta. Keterasingan
tadi membuahkan sebuah krisis identitas.
Manusia mengalami kesulitan untuk merumuskan dirinya di tengah-tengah dunia yang
makin cepat berputar ini. Bahkan Derrida menyimpulkan bahwa bangunan filsafat
barat adalah usaha manusia untuk menemukan identitas dan tempat untuk pulang.
Saya menyadari
bahwa kebutuhan utama bagi manusia adalah untuk dipahami dan diterima
sebagaimana adanya. Bahwa pada akhir hidupnya yang diinginkan manusia adalah
kebaikan dan kepedulian dari sesamanya. Makanya saya sangat menyukai lagu Jewel
yang berjudul Hands. ‘in
the end only kindness matter’.
Adalah hal yang
sangat wajar untuk menyayangi manusia lain. Namun adalah hal yang aneh dimana hubungan antar
dua manusia harus diikat dalam kategori pacaran. Lain jika memang faktor
pembatasnya adalah gen dan seks. Bukannya saya mencoba mereduksi bahwa manusia
hanyalah sekedar mahluk berkesadaran. Manusia memang unik dan berbeda satu sama
lain, itu adalah suatu keniscayaan. Manusia dan sejarah saling membentuk dan
mempengaruhi, ditambah lagi dengan perbedaan faktor geografis. Makanya keunikan
itu juga bersumber dari entitas eksternal. Dalam beberapa hal, ke-aku-an hanyalah mitos
belaka.
Okelah jika
manusia mau terikat dalam hubungan pacaran. Manusia memang membutuhkan
komitmen. Namun jika cinta hanya boleh pada satu orang saja karena logika
kepemilikan tadi, saya tidak setuju. Saya memang poliamor. Saya menyayangi beberapa orang dalam waktu bersamaan. Karena
rasa simpati dan sayang saya pada manusia lain bersumber dari kebaikannya. Dan
ternyata ada banyak orang baik. Maka saya menyayangi banyak orang di dunia ini.
Dan orang yang
hanya baik dan berbuat baik pada pacarnya saja tidak masuk dalam kategori orang
baik buat saya. Karena itu hanyalah faktor kepentingan diri sendiri saja. Kepentingan pribadi karena orang itu sudah
meneken kontrak untuk menegaskan keberadaan dirinya. Sedangkan yang lain, hanya ngontrak di dunia ini!
Dari segala hal yang sudah kita bahas tadi dapat dilihat
bahwa saya berada pada tahap dimana saya memberikan komitmen saya utamanya pada
kemanusiaan, dan pada kebaikan seluruh mahluk di dunia. Peace for all the
people in the world! J
(sambil nulis ini saya guling-guling dan tertawa terbahak-bahak. jika yang membaca ingin melakukan hal yang sama, silahkan saja)