Archive for December, 2007

ya, beginilah hidup saya

Sunday, December 23rd, 2007

jadi gada kata libur ya dalam kamus saya? heran! saya balik ke jakarta tu rencananya mau santai. untuk memiliki waktu mengambil napas sejenak. lah kok tetep aja ada yang mesti dikerjain? jadi dalam perjalanan  pulang ke rumah ada yang menelepon saya dan memberikan saya tugas untuk menulis sesuatu, dalam bahasa inggris pula… dan ketika saya sampai ke rumah,otak saya kosong melompong ga mau diajak kompromi, ide bertebaran, tapi bingung mau pilih yang mana. akhirnya dengan segenap tenaga, daya dan upaya, saya mencoba menulis. dan saya terdampar di sini saat ini karena semua buku saya ada di bandung dan saya membutuhkan banyak bahan untuk menyelesaikan tulisan ini. oh tolonglah, ada kupu-kupu di perut saya yang menggelepar minta dimuntahkan…
sabar yah kawan-kawanku sekalian, saya akan menjumpai kalian. tapi kalo kerjaan yang ini dah selese ya…huhuhu…saya butuh penenang sebetulnya, tapi ini di jakarta ya…saya pasrah aja deh…

nb: buat monalisaku, jangan menyerah, kamu juga harus terus berkarya! always luph you baby :)

vanilla sky

Thursday, December 20th, 2007

semalem nonton film yang berjudul Vanilla Sky di kontrakan teman saya.
lalu memangnya kenapa?

filmnya bagus!
terkadang ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. salah satunya kesan yang saya dapat dari film ini.

kehidupan manusia memang selalu menjadi tanda tanya besar buat saya. tapi setelah nonton film itu saya pergi ke beranda sambil melakukan sesuatu. saya menengok ke bawah dan melihat ada sesuatu yang berwarna putih di halaman rumah tetangga. pertama saya pikir itu kucing, tapi kok gede banget? lalu saya pikir anjing, tapi sejak kapan mereka memelihara anjing?

akhirnya saya sadar bahwa yang saya lihat adalah kambing, untuk perayaan Idul Adha tampaknya. saat itu hujan turun rintik-rintik dan yang ada di kepala saya adalah "ya elah manusia, tu kambing umurnya ga nyampe sehari lagi juga masa dibiarin hujan-hujanan si? apa salahnya berbuat baik sebelum dia mati? heran"

lalu saya juga sempat berpikir untuk pergi ke bawah, mengambil gunting dan memotong tali si kambing supaya paling tidak dia bisa menemukan tempat untuk tidur yang sedikit lebih nyaman. tapi, sebelum saya sempat melakukan hal itu, ada seorang bapak yang keluar dari dalam rumah dan membuatkan atap untuk melindungi si kambing dari hujan.

saat itu hati saya -yang tadinya panas karena kambing-kambing itu akan dibantai dan akan dimakan, duh seneng banget si makan daging, makan tumbuhan aja kita bisa hidup gitu- tersentuh dan saya jadi berpikir bahwa, di luar alasan sang bapak membuat atap itu, selalu ada celah bagi manusia untuk berbuat baik dan menjadi baik. dan selalu ada celah juga bagi manusia untuk menjadi jahat dan berbuat jahat.

setiap menit adalah kesempatan untuk berubah
itu adalah salah satu kalimat yang saya suka dari film Vanilla Sky
yah manusia bisa berubah, dan seharusnya kita memberi mereka kesempatan untuk berubah. saya berusaha untuk tidak menghakimi orang lain dari kesan pertama yang saya lihat walaupun sulit untuk menghindarkan diri dari upaya menilai orang lain.

dan di akhir film itu, si tom cruisenya (lupa euy namanya di film itu, maklum ingatan saya jangka pendek) memilih untuk kembali pada kenyataan hidupnya dan bangun dari mimpi yang panjang. sepahit dan sesakit apapun hidupnya, ternyata selalu lebih baik untuk menghadapinya sambil mengangkat kepala tegak.

dan karena hidup itu indah aku menangis sepuas-puasnya -Sapardi Dkoko Damono

we live in a beautiful world!

Thursday, December 20th, 2007

bagi yang ingin melihat foto2 selama saya kabur dari kuliah selama seminggu lebih dan pergi menyelam ke karimun jawa silahkan buka 10bardiver.multiply.com

yes damn right, we live in a very beautiful world!
dan itulah mengapa saya lebih cinta dunia ini daripada surga -yang katanya ada- yang ntah dimana dan seperti apa..
memang menjadi wisatawan itu selalu lebih indah daripada hidup dan menghidupi kehidupan yang kita lihat itu. karena dalam kata menghidupi terkandung makna perjuangan, pemaknaan, pergelutan dengan semua kompleksitas keadaan yang ada dan mempengaruhi perasaan, pikiran dan sikap kita.
saya tidak mau hanya sekedar menjadi wisatawan di negeri orang, saya ingin dimanapun saya berada saya bisa menghidupinya dengan sepenuh hati dan pikiran saya.

satu impian saya:semua mahluk bisa berbahagia di dunia yang sumpek ini :)

Sunday, December 16th, 2007

Manifesto Cinta dan Keresahan

 

Saya tidak pernah
percaya pada suatu hubungan yang disebut pacaran. Karena saya juga tidak
percaya pada sesuatu yang disebut ‘cinta’ lawan jenis, yang selanjutnya akan
disebut cinta saja. Apalagi sama yang namanya ‘soulmate’. Saya percaya pada
kasih sayang, karena memang ada begitu banyak orang yang saya sayangi di dunia
yang aneh ini.

 

Memangnya apa
yang disebut cinta itu? Melalui observasi yang saya lakukan saya menyimpulkan
bahwa cinta adalah akumulasi dari berbagai hal.Akumulasi dari gen kita yang menginginkan untuk tetap
ada dan direproduksi atau aspek prokreasi.
Akumulasi dari perasaan ketakutan, kegelisahan, keinginan untuk lari, mencari
tempat berlindung-alias pelarian, atau ketidakpuasan kita akan hidup. Akumulasi
dari keterasingan kita dari diri
sendiri dan hidup, keinginan untuk dimengerti dan dipahami, keinginan untuk
merasa aman dan nyaman, keinginan untuk diakui bahwa kita ada, dan berada dengan unik
dan berbeda.

 

Keinginan untuk ada ini
juga menimbulkan perasaan kepemilikan.
i’m yours and you are mine. Karena
objek yang lain ini seakan menegaskan bahwa kita unik sehingga dapat menarik perhatiannya,
bahwa kita masih memiliki fungsi di dunia ini karena kita dibutuhkan.

 

Intinya itu semua adalah ego atau ke-aku-an kita.

 

Saya tidak setuju
dengan logika kepemilikan ini. Manusia bukanlah benda yang diam-kosong-tak
berkesadaran. Hidup manusia itu terbuka karena faktor kesadaran, dan implikasinya adalah manusia dapat memilih. Manusia tidak dapat begitu
saja diarahkan dan dimanipulasi. Karena hal ini jugalah saya sering bingung mengapa
ada perdagangan binatang, apalagi perdagangan manusia. Mengapa mahluk yang
dapat bergerak dengan bebas dan memiliki tingkat kesadaran bisa kita tukar
nilainya dengan uang. Seakan-akan mereka ada karena kita dan kita adalah
penguasa atasnya. Seperti sesuatu hanya dinilai berdasarkan kepentingan manusia
dan mereka hanyalah objek pemuas nafsu dan kebutuhan manusia, tidak lebih.

 

***

 

Bintang adalah nenek moyang semua yang hidup. Saya pernah mengikuti kuliah umum
astronomi mengenai bintang. Tentang keberadaan dan daur hidupnya. Setelah
terjadi ledakan besar atau Big Bang yang ada hanyalah unsur ringan seperti
helium dan hidrogen. Ini adalah unsur utama pembentuk bintang. Namun dengan
berjalannya daur hidup bintang, maka akibat reaksi internalnya hadirlah
unsur-unsur berat pembentuk kehidupan seperti unsur karbon. Tanpa adanya bintang
tidak akan ada kehidupan. Semua yang hidup pun memiliki unsur yang sama yang
dihasilkan oleh bintang. Maka sebenernya kita bersaudara dengan segala yang ada
di alam semesta. Kita tidak terpisah. Kita adalah satu kesatuan yang organis.

 

Manusia mungkin
merasa terpisah dengan alam di sekitarnya karena adanya pembagian antara tubuh,
jiwa dan ruh. Karena ruh adalah yang abadi, sedangkan alam fana, dan berasal
dari luar dunia ini sehingga manusia pun merasa terpisah dari alam. Padahal
keberadaan ruh adalah sebuah pengetahuan apriori yang belum dapat dibuktikan
kebenarannya.

 

***

 

Lalu apa
hubungannya antara cinta tadi dan bintang? Karena kesadaran pada keterhubungan
inilah maka saya merasakan kasih sayang pada sesama mahluk. Tidak terbatas pada
manusia saja. Kasih sayang ini adalah kasih sayang yang universal karena kita
adalah sesama mahluk yang terdampar dan menderita di dunia. Karena ternyata
kita tidak terpisah dengan entitas di luar diri kita. Bahkan kesadaran kita pun
dipengaruhi oleh objek eksternal di luar diri kita. Seperti kata sartre, kesadaran selalu membutuhkan objek.

Bagaimana
karakter dan kepribadian kita dibentuk juga ternyata sangat dipengaruhi oleh
lingkungan kita. Indra kita tak akan ada artinya tanpa ada yang dicerap dan
dimaknai. Kita bukanlah mahluk yang dapat berdiri sendiri! Ini adalah bagian
dari etika hidup saya. Salah satu manifestasinya saya menjadi vegetarian. Saya berusaha untuk
meminimalkan kekerasan dan penderitaan yang ada.

 

Lalu kembali pada
masalah cinta.
Keterasingan
tadi membuahkan sebuah krisis identitas.
Manusia mengalami kesulitan untuk merumuskan dirinya di tengah-tengah dunia yang
makin cepat berputar ini. Bahkan Derrida menyimpulkan bahwa bangunan filsafat
barat adalah usaha manusia untuk menemukan identitas dan tempat untuk pulang.

 

Saya menyadari
bahwa kebutuhan utama bagi manusia adalah untuk dipahami dan diterima
sebagaimana adanya. Bahwa pada akhir hidupnya yang diinginkan manusia adalah
kebaikan dan kepedulian dari sesamanya. Makanya saya sangat menyukai lagu Jewel
yang berjudul Hands.
‘in
the end only kindness matter’.

 

Adalah hal yang
sangat wajar untuk menyayangi manusia lain.
Namun adalah hal yang aneh dimana hubungan antar
dua manusia harus diikat dalam kategori pacaran. Lain jika memang faktor
pembatasnya adalah gen dan seks. Bukannya saya mencoba mereduksi bahwa manusia
hanyalah sekedar mahluk berkesadaran. Manusia memang unik dan berbeda satu sama
lain, itu adalah suatu keniscayaan. Manusia dan sejarah saling membentuk dan
mempengaruhi, ditambah lagi dengan perbedaan faktor geografis. Makanya keunikan
itu juga bersumber dari entitas eksternal.
Dalam beberapa hal, ke-aku-an hanyalah mitos
belaka.

 

Okelah jika
manusia mau terikat dalam hubungan pacaran. Manusia memang membutuhkan
komitmen. Namun jika cinta hanya boleh pada satu orang saja karena logika
kepemilikan tadi, saya tidak setuju. Saya memang poliamor. Saya menyayangi beberapa orang dalam waktu bersamaan. Karena
rasa simpati dan sayang saya pada manusia lain bersumber dari kebaikannya. Dan
ternyata ada banyak orang baik. Maka saya menyayangi banyak orang di dunia ini.

 

Dan orang yang
hanya baik dan berbuat baik pada pacarnya saja tidak masuk dalam kategori orang
baik buat saya. Karena itu hanyalah faktor kepentingan diri sendiri saja.
Kepentingan pribadi karena orang itu sudah
meneken kontrak untuk menegaskan keberadaan dirinya. S
edangkan yang lain, hanya ngontrak di dunia ini!

 

Dari segala hal yang sudah kita bahas tadi dapat dilihat
bahwa saya berada pada tahap dimana saya memberikan komitmen saya utamanya pada
kemanusiaan, dan pada kebaikan seluruh mahluk di dunia. Peace for all the
people in the world! J

(sambil nulis ini saya guling-guling dan tertawa terbahak-bahak. jika yang membaca ingin melakukan hal yang sama, silahkan saja)

tolong, berhenti…

Tuesday, December 11th, 2007

tolong berhenti memanipulasi saya. saya letih.

saya tidak berkeberatan jika saya dimanfaatkan oleh orang lain, tapi cukup dengan permainan manipulasi itu.
saya manusia, saya bukan benda diam-kosong-tak berkesadaran.
cukup berikan saya alasan, cukup jujur dan terbuka, cukup ceritakan apa mimpi dan rencanamu. jika  saya paham dan menerimanya, saya akan dengan senang hati melakukan apa pun yang diperlukan.
saya selalu siap jika ada orang yang mau mengambil keuntungan dari saya. tidak masalah. 3 hal yang saya minta: alasan, jujur dan terbuka.
manipulasi itu menggerogoti sebagian dari karakter manusia, apakah tidak juga meletihkan memanipulasi orang lain?

tolong berhenti memanipulasi saya. saya letih.

serius?!

Tuesday, December 11th, 2007

"mana katanya mau sms? kok ditunggu ga ada?"
"oh memangnya aku ada janji apa? kok aku lupa ya bang?"
"ah masa lupa?!"
"oiya, tentang makalah buat referat ya? aku ga jadi ngambil hidrogeologi, jadinya tentang geologi kelautan"
"geologi kelautan? tentang apa?"
"tentang reklamasi pantai utara jakarta"
"hah? ngapain kau ngambil itu? itu mah mau jadi scientist, kalo referat tu ambil yang nanti mau kau geluti. masa reklamasi pantai? cari yang berduit lah! ke geologi tekniknya aja, ngapain kau urusin sedimentasinya?!"
"–speechless–"

ada yang bisa bantu saya mesti jawab apa? ada beberapa kemungkinan jawaban dalam pikiran saya:
1. "oh, gitu ya bang. oke deh entar aku cari yang lain"
2. "emang masalahnya dimana kalo aku mau jadi scientist?"
3. "ya elah bang, aku ga terlalu mikirin masalah uang. menurutku ini hal yang penting untuk diteliti. kayaknya emang aku dah ditakdirkan untuk kere sepanjang hidup deh"
4. "jadi bidang yang menghasilkan banyak uang apa bang? emang uang bisa dimakan ya?" (engga si, tapi uang bisa buat beli makan)
5. menatap wajahnya dalam2, mengerutkan dahi atau alis, kemudian memalingkan muka dan pergi tanpa berkata apa-apa.

hah, dunia yang aneh