Archive for January, 2008

Morning has Broken

Tuesday, January 22nd, 2008

selalu menyenangkan mendengarkan lagu Cat Steven yang satu ini:

Morning has broken, like the first morning.
Blackbird has spoken, like the first bird.
Praise for the singing, praise for the morning,
Praise for them springing fresh from the Word.

Sweet the rain’s new fall, sunlit from heaven.
Like the first dewfall, on the first grass.
Praise for the sweetnes of the wet garden,
Sprung in completeness where His feet pass.

Mine is the sunlight, mine is the morning.
Born of the one light Eden saw play.
Praise with elation, praise every morning;
God’s recreation of the new day.

Morning has broken, like the first morning.
Blackbird has spoken, like the first bird.
Praise for the singing, praise for the morning,
Praise for them springing fresh from the Word.

biasanya jika saya sedang merasa kesepian atau gelisah, saya selalu ingin pergi naik gunung sambil mendengarkan lagu ini atau lagu2nya the Beatles. rasanya menentramkan badai di hati dan pikiran saya.

jujur saja, sebenarnya saya sedang kehilangan rasa. biasanya saya suka berdebar-debar jika melihat langit sore, lampu-lampu di malam hari, lukisan, atau ketika saya membayangkan dunia lain di luar sana yang tak terjangkau. tapi sekarang saya tidak bisa merasakan hal itu lagi. saya juga tidak tahu mengapa, dan kenapa malah curhat di blog ini. saya rasa saya sedang dalam tahap di mana segala sesuatu menjadi hal yang sangat remeh buat saya. apapun itu jadi tidak penting dan rasanya saya hanya ingin tidur dan tidak bangun lagi.  hahaha, lagi-lagi kegelisahan eksistensial saya.

dunia ini panggung sandiwara. semua laki-laki dan perempuan adalah pemainnya. mereka memiliki pintu masuk dan pintu keluar. dan seorang manusia pada masanya memainkan banyak peran -Shakespeare

oiy, dan saya juga menyukai lagunya Nike Ardila yang berjudul Panggung Sandiwara. rasanya memang saya bagaikan seorang aktor yang memainkan script yang absurd. mungkin saya saat ini seperti lakon Estragon dan vladimir dalam drama Menunggu Godot yang selalu menanti sambil memperhatikan segala tingkah laku manusia yang aneh bin ajaib tapi tak kunjung datang. dan begitulah hari demi hari. yang ditunggu tak juga datang, karena memang tidak pernah jelas siapakah atau apakah godot itu.

hilang, lepas, apakah bebas juga?

Monday, January 14th, 2008

saya merasa nyaman dengn warna kulit saya, karena mirip dengan wisnu, dewa dalam agama Hindu, yang memiliki enam sifat ketuhanan:

  • Jñāna: mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta
  • Aishvarya: maha kuasa, tak ada yang dapat mengaturnya
  • Shakti: memiliki kekuatan untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin
  • Bala: maha kuat, mampu menopang segalanya tanpa merasa lelah
  • Virya: kekuatan rohani sebagai roh suci dalam semua makhluk
  • Tèjas: memberi cahaya spiritualnya kepada semua makhluk

jadi, santai saja.

apa lagi yang saya mau?

Monday, January 14th, 2008

hujan turun
basah
langit menangis untuk saya
kadang saya pikir
mengapa di bawah langit
yang begitu indah
ada banyak penderitaan
saya berjalan saja
semoga ada pemandangan indah
menanti saya
untuk menemukannya

kosong

Sunday, January 6th, 2008

kata lao-tze sebuah wadah, seperti gelas sebagai contoh, memiliki fungsi pada kekosongannya. justru karena ia kosong makanya berguna, karena dapat diisi dengan sesuatu, air misalnya.

saya mulai membiasakan diri memiliki jurnal sejak tahun 2007. jurnal ini berisi apa saja hal2 yang harus saya lakukan dan saya cermati dalam satu hari. juga berisi komentar2 saya akan sesuatu yang saya alami dan hal2 yang harus saya ingat. latar belakang saya memiliki jurnal adalah karena saya tipe short-term-memory. saya mudah lupa, saya bahkan bisa sibuk sendiri mencari telpon genggam saya yang baru  saya tinggalkan 5 menit yang lalu. kondisinya bahkan parah banget ketika itu, barang apa saja yang saya pegang, tidak saya masukkan ke dalam tas, akan hilang. pernah saya menemukan satu artikel yang sangat bagus di koran, saya mengguntingnya dan memegangnya. sampai di asrama, artikel itu sudah hilang ntah kemana. kata temen saya si karena saya terlalu banyak mikir, ngga kok, belajar aja saya jarang.hahaha

sekarang sudah tahun 2008. saya melihat kembali pada jurnal saya yang berwarna pink dan bergambar teddy bear itu -yang dikomentarin orang "ya ampun, kenapa lo? kok bukunya gitu si? hanna gitu?"- awal saya membelinya, jurnal ini kosong melompong, hanya berisi baris2 kosong. tak terasa sekarang sudah penuh dengan tulisan saya yang semrawut. tak ada lagi ruang untuk diisi. tiap halaman dan barisnya penuh dengan kata-kata saya. kata-kata yang menggambarkan dunia yang saya jalani hari demi hari.

sedikit menyakitkan sebenarnya melihat jurnal ini. saya berpikir bahwa hidup saya seperti jurnal ini. ketika saya lahir saya kosong melompong ga tau apa2. lalu mulailah saya menyerap dunia ke dalam diri saya. orangtua saya mengajarkan ini itu, lingkungan dan teman2 saya membentuk karakter saya. masing-masing dari mereka ikut menulis dalam jurnal saya, masing-masing meninggalkan bekasnya. ada yang sangat berkesan, ada yang hanya lewat begitu saja. banyak kejadian yang saya alami. ada kalanya saya tertawa, ada kalanya saya menangis, ada kalanya saya hanya bengong terdiam.

terkadang ada yang ingin saya hapuskan dari apa yang sudah saya tulis dalam jurnal saya. ada hal2 yang ingin saya lupakan dan berharap tidak pernah saya tulis. tapi, kalau saya harus menghapus salah satu bagian dari hidup saya, apakah saya akan tetap menjadi Hanna yang seperti ini? apakah saya akan menjadi orang yang berbeda jika saya tidak menuliskan semuanya?

saya si ga pingin mengubah apa yang sudah berlalu. saya pernah nonton film dr.jeckyl&mr.hyde. di film itu si dokter punya pengurus rumah tangga yang adalah seorang perempuan. dia punya masa kecil yang ga bahagia karena dia mengalami pelecehan seksual oleh ayahnya. lalu si dokter bertanya pada cewek ini, "jika kamu dikasih kesempatan, apakah kamu mau mengulang kehidupan kamu?". dan dengan tegas dan sangat yakin dia bilang "TIDAK". kenapa? karena siapapun kita dan bagaimanapun kondisi kita, jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, kita ga akan bisa bahagia. wow.

lalu ada ketakutan juga melihat jurnal 2007 saya itu. tidak tersisa lagi ruang bagi saya untuk menulis, tidak ada kekosongan lagi yang bisa saya isi. jika hidup saya seperti itu juga bagaimana?  apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya? untungnya saya memiliki jurnal yang baru, jadi saya bisa melanjutkan hidup saya dengan tulisan2 baru. saya berterimakasih pada kekosongan yang memberikan saya makna dan kesempatan dalam hidup ini. manusia ga harus selalu penuh kok, kalo iya, gada kemungkinan untuk diisi lagi kan?

saya berterimakasih pada kekosongan yang begitu mengerti bahwa, kehidupan yang penuh itu tidak menarik dan membosankan. makanya saya sekarang mencoba mengosongkan sedikit hati dan pikiran saya supaya hidup tetap menarik dan selalu ada hal yang menunggu untuk disingkap dan dialami. saya juga berterimaksih pada orang yang telah meminjamkan taotehching pada saya 3 tahun yang lalu.
may the force be with you! :)

setelah tahun baru

Thursday, January 3rd, 2008

langkah saya terhenti

yang ada mata saya nanar menatap dunia

andai saja hujan turun lagi

saya rasa

saya akan jadi jauh lebih kuat

untuk menghadapi semuanya

kalau ada yang tahu

tolong sampaikan pada langit

biru dan vanila sama indahnya

betapapun saya ingin punya rumah

jangan takut…