kosong

January 6th, 2008 by blue-cielo

kata lao-tze sebuah wadah, seperti gelas sebagai contoh, memiliki fungsi pada kekosongannya. justru karena ia kosong makanya berguna, karena dapat diisi dengan sesuatu, air misalnya.

saya mulai membiasakan diri memiliki jurnal sejak tahun 2007. jurnal ini berisi apa saja hal2 yang harus saya lakukan dan saya cermati dalam satu hari. juga berisi komentar2 saya akan sesuatu yang saya alami dan hal2 yang harus saya ingat. latar belakang saya memiliki jurnal adalah karena saya tipe short-term-memory. saya mudah lupa, saya bahkan bisa sibuk sendiri mencari telpon genggam saya yang baru  saya tinggalkan 5 menit yang lalu. kondisinya bahkan parah banget ketika itu, barang apa saja yang saya pegang, tidak saya masukkan ke dalam tas, akan hilang. pernah saya menemukan satu artikel yang sangat bagus di koran, saya mengguntingnya dan memegangnya. sampai di asrama, artikel itu sudah hilang ntah kemana. kata temen saya si karena saya terlalu banyak mikir, ngga kok, belajar aja saya jarang.hahaha

sekarang sudah tahun 2008. saya melihat kembali pada jurnal saya yang berwarna pink dan bergambar teddy bear itu -yang dikomentarin orang "ya ampun, kenapa lo? kok bukunya gitu si? hanna gitu?"- awal saya membelinya, jurnal ini kosong melompong, hanya berisi baris2 kosong. tak terasa sekarang sudah penuh dengan tulisan saya yang semrawut. tak ada lagi ruang untuk diisi. tiap halaman dan barisnya penuh dengan kata-kata saya. kata-kata yang menggambarkan dunia yang saya jalani hari demi hari.

sedikit menyakitkan sebenarnya melihat jurnal ini. saya berpikir bahwa hidup saya seperti jurnal ini. ketika saya lahir saya kosong melompong ga tau apa2. lalu mulailah saya menyerap dunia ke dalam diri saya. orangtua saya mengajarkan ini itu, lingkungan dan teman2 saya membentuk karakter saya. masing-masing dari mereka ikut menulis dalam jurnal saya, masing-masing meninggalkan bekasnya. ada yang sangat berkesan, ada yang hanya lewat begitu saja. banyak kejadian yang saya alami. ada kalanya saya tertawa, ada kalanya saya menangis, ada kalanya saya hanya bengong terdiam.

terkadang ada yang ingin saya hapuskan dari apa yang sudah saya tulis dalam jurnal saya. ada hal2 yang ingin saya lupakan dan berharap tidak pernah saya tulis. tapi, kalau saya harus menghapus salah satu bagian dari hidup saya, apakah saya akan tetap menjadi Hanna yang seperti ini? apakah saya akan menjadi orang yang berbeda jika saya tidak menuliskan semuanya?

saya si ga pingin mengubah apa yang sudah berlalu. saya pernah nonton film dr.jeckyl&mr.hyde. di film itu si dokter punya pengurus rumah tangga yang adalah seorang perempuan. dia punya masa kecil yang ga bahagia karena dia mengalami pelecehan seksual oleh ayahnya. lalu si dokter bertanya pada cewek ini, "jika kamu dikasih kesempatan, apakah kamu mau mengulang kehidupan kamu?". dan dengan tegas dan sangat yakin dia bilang "TIDAK". kenapa? karena siapapun kita dan bagaimanapun kondisi kita, jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, kita ga akan bisa bahagia. wow.

lalu ada ketakutan juga melihat jurnal 2007 saya itu. tidak tersisa lagi ruang bagi saya untuk menulis, tidak ada kekosongan lagi yang bisa saya isi. jika hidup saya seperti itu juga bagaimana?  apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya? untungnya saya memiliki jurnal yang baru, jadi saya bisa melanjutkan hidup saya dengan tulisan2 baru. saya berterimakasih pada kekosongan yang memberikan saya makna dan kesempatan dalam hidup ini. manusia ga harus selalu penuh kok, kalo iya, gada kemungkinan untuk diisi lagi kan?

saya berterimakasih pada kekosongan yang begitu mengerti bahwa, kehidupan yang penuh itu tidak menarik dan membosankan. makanya saya sekarang mencoba mengosongkan sedikit hati dan pikiran saya supaya hidup tetap menarik dan selalu ada hal yang menunggu untuk disingkap dan dialami. saya juga berterimaksih pada orang yang telah meminjamkan taotehching pada saya 3 tahun yang lalu.
may the force be with you! :)

setelah tahun baru

January 3rd, 2008 by blue-cielo

langkah saya terhenti

yang ada mata saya nanar menatap dunia

andai saja hujan turun lagi

saya rasa

saya akan jadi jauh lebih kuat

untuk menghadapi semuanya

kalau ada yang tahu

tolong sampaikan pada langit

biru dan vanila sama indahnya

betapapun saya ingin punya rumah

jangan takut…

ya, beginilah hidup saya

December 23rd, 2007 by blue-cielo

jadi gada kata libur ya dalam kamus saya? heran! saya balik ke jakarta tu rencananya mau santai. untuk memiliki waktu mengambil napas sejenak. lah kok tetep aja ada yang mesti dikerjain? jadi dalam perjalanan  pulang ke rumah ada yang menelepon saya dan memberikan saya tugas untuk menulis sesuatu, dalam bahasa inggris pula… dan ketika saya sampai ke rumah,otak saya kosong melompong ga mau diajak kompromi, ide bertebaran, tapi bingung mau pilih yang mana. akhirnya dengan segenap tenaga, daya dan upaya, saya mencoba menulis. dan saya terdampar di sini saat ini karena semua buku saya ada di bandung dan saya membutuhkan banyak bahan untuk menyelesaikan tulisan ini. oh tolonglah, ada kupu-kupu di perut saya yang menggelepar minta dimuntahkan…
sabar yah kawan-kawanku sekalian, saya akan menjumpai kalian. tapi kalo kerjaan yang ini dah selese ya…huhuhu…saya butuh penenang sebetulnya, tapi ini di jakarta ya…saya pasrah aja deh…

nb: buat monalisaku, jangan menyerah, kamu juga harus terus berkarya! always luph you baby :)

vanilla sky

December 20th, 2007 by blue-cielo

semalem nonton film yang berjudul Vanilla Sky di kontrakan teman saya.
lalu memangnya kenapa?

filmnya bagus!
terkadang ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. salah satunya kesan yang saya dapat dari film ini.

kehidupan manusia memang selalu menjadi tanda tanya besar buat saya. tapi setelah nonton film itu saya pergi ke beranda sambil melakukan sesuatu. saya menengok ke bawah dan melihat ada sesuatu yang berwarna putih di halaman rumah tetangga. pertama saya pikir itu kucing, tapi kok gede banget? lalu saya pikir anjing, tapi sejak kapan mereka memelihara anjing?

akhirnya saya sadar bahwa yang saya lihat adalah kambing, untuk perayaan Idul Adha tampaknya. saat itu hujan turun rintik-rintik dan yang ada di kepala saya adalah "ya elah manusia, tu kambing umurnya ga nyampe sehari lagi juga masa dibiarin hujan-hujanan si? apa salahnya berbuat baik sebelum dia mati? heran"

lalu saya juga sempat berpikir untuk pergi ke bawah, mengambil gunting dan memotong tali si kambing supaya paling tidak dia bisa menemukan tempat untuk tidur yang sedikit lebih nyaman. tapi, sebelum saya sempat melakukan hal itu, ada seorang bapak yang keluar dari dalam rumah dan membuatkan atap untuk melindungi si kambing dari hujan.

saat itu hati saya -yang tadinya panas karena kambing-kambing itu akan dibantai dan akan dimakan, duh seneng banget si makan daging, makan tumbuhan aja kita bisa hidup gitu- tersentuh dan saya jadi berpikir bahwa, di luar alasan sang bapak membuat atap itu, selalu ada celah bagi manusia untuk berbuat baik dan menjadi baik. dan selalu ada celah juga bagi manusia untuk menjadi jahat dan berbuat jahat.

setiap menit adalah kesempatan untuk berubah
itu adalah salah satu kalimat yang saya suka dari film Vanilla Sky
yah manusia bisa berubah, dan seharusnya kita memberi mereka kesempatan untuk berubah. saya berusaha untuk tidak menghakimi orang lain dari kesan pertama yang saya lihat walaupun sulit untuk menghindarkan diri dari upaya menilai orang lain.

dan di akhir film itu, si tom cruisenya (lupa euy namanya di film itu, maklum ingatan saya jangka pendek) memilih untuk kembali pada kenyataan hidupnya dan bangun dari mimpi yang panjang. sepahit dan sesakit apapun hidupnya, ternyata selalu lebih baik untuk menghadapinya sambil mengangkat kepala tegak.

dan karena hidup itu indah aku menangis sepuas-puasnya -Sapardi Dkoko Damono

we live in a beautiful world!

December 20th, 2007 by blue-cielo

bagi yang ingin melihat foto2 selama saya kabur dari kuliah selama seminggu lebih dan pergi menyelam ke karimun jawa silahkan buka 10bardiver.multiply.com

yes damn right, we live in a very beautiful world!
dan itulah mengapa saya lebih cinta dunia ini daripada surga -yang katanya ada- yang ntah dimana dan seperti apa..
memang menjadi wisatawan itu selalu lebih indah daripada hidup dan menghidupi kehidupan yang kita lihat itu. karena dalam kata menghidupi terkandung makna perjuangan, pemaknaan, pergelutan dengan semua kompleksitas keadaan yang ada dan mempengaruhi perasaan, pikiran dan sikap kita.
saya tidak mau hanya sekedar menjadi wisatawan di negeri orang, saya ingin dimanapun saya berada saya bisa menghidupinya dengan sepenuh hati dan pikiran saya.

satu impian saya:semua mahluk bisa berbahagia di dunia yang sumpek ini :)

December 16th, 2007 by blue-cielo

Manifesto Cinta dan Keresahan

 

Saya tidak pernah
percaya pada suatu hubungan yang disebut pacaran. Karena saya juga tidak
percaya pada sesuatu yang disebut ‘cinta’ lawan jenis, yang selanjutnya akan
disebut cinta saja. Apalagi sama yang namanya ‘soulmate’. Saya percaya pada
kasih sayang, karena memang ada begitu banyak orang yang saya sayangi di dunia
yang aneh ini.

 

Memangnya apa
yang disebut cinta itu? Melalui observasi yang saya lakukan saya menyimpulkan
bahwa cinta adalah akumulasi dari berbagai hal.Akumulasi dari gen kita yang menginginkan untuk tetap
ada dan direproduksi atau aspek prokreasi.
Akumulasi dari perasaan ketakutan, kegelisahan, keinginan untuk lari, mencari
tempat berlindung-alias pelarian, atau ketidakpuasan kita akan hidup. Akumulasi
dari keterasingan kita dari diri
sendiri dan hidup, keinginan untuk dimengerti dan dipahami, keinginan untuk
merasa aman dan nyaman, keinginan untuk diakui bahwa kita ada, dan berada dengan unik
dan berbeda.

 

Keinginan untuk ada ini
juga menimbulkan perasaan kepemilikan.
i’m yours and you are mine. Karena
objek yang lain ini seakan menegaskan bahwa kita unik sehingga dapat menarik perhatiannya,
bahwa kita masih memiliki fungsi di dunia ini karena kita dibutuhkan.

 

Intinya itu semua adalah ego atau ke-aku-an kita.

 

Saya tidak setuju
dengan logika kepemilikan ini. Manusia bukanlah benda yang diam-kosong-tak
berkesadaran. Hidup manusia itu terbuka karena faktor kesadaran, dan implikasinya adalah manusia dapat memilih. Manusia tidak dapat begitu
saja diarahkan dan dimanipulasi. Karena hal ini jugalah saya sering bingung mengapa
ada perdagangan binatang, apalagi perdagangan manusia. Mengapa mahluk yang
dapat bergerak dengan bebas dan memiliki tingkat kesadaran bisa kita tukar
nilainya dengan uang. Seakan-akan mereka ada karena kita dan kita adalah
penguasa atasnya. Seperti sesuatu hanya dinilai berdasarkan kepentingan manusia
dan mereka hanyalah objek pemuas nafsu dan kebutuhan manusia, tidak lebih.

 

***

 

Bintang adalah nenek moyang semua yang hidup. Saya pernah mengikuti kuliah umum
astronomi mengenai bintang. Tentang keberadaan dan daur hidupnya. Setelah
terjadi ledakan besar atau Big Bang yang ada hanyalah unsur ringan seperti
helium dan hidrogen. Ini adalah unsur utama pembentuk bintang. Namun dengan
berjalannya daur hidup bintang, maka akibat reaksi internalnya hadirlah
unsur-unsur berat pembentuk kehidupan seperti unsur karbon. Tanpa adanya bintang
tidak akan ada kehidupan. Semua yang hidup pun memiliki unsur yang sama yang
dihasilkan oleh bintang. Maka sebenernya kita bersaudara dengan segala yang ada
di alam semesta. Kita tidak terpisah. Kita adalah satu kesatuan yang organis.

 

Manusia mungkin
merasa terpisah dengan alam di sekitarnya karena adanya pembagian antara tubuh,
jiwa dan ruh. Karena ruh adalah yang abadi, sedangkan alam fana, dan berasal
dari luar dunia ini sehingga manusia pun merasa terpisah dari alam. Padahal
keberadaan ruh adalah sebuah pengetahuan apriori yang belum dapat dibuktikan
kebenarannya.

 

***

 

Lalu apa
hubungannya antara cinta tadi dan bintang? Karena kesadaran pada keterhubungan
inilah maka saya merasakan kasih sayang pada sesama mahluk. Tidak terbatas pada
manusia saja. Kasih sayang ini adalah kasih sayang yang universal karena kita
adalah sesama mahluk yang terdampar dan menderita di dunia. Karena ternyata
kita tidak terpisah dengan entitas di luar diri kita. Bahkan kesadaran kita pun
dipengaruhi oleh objek eksternal di luar diri kita. Seperti kata sartre, kesadaran selalu membutuhkan objek.

Bagaimana
karakter dan kepribadian kita dibentuk juga ternyata sangat dipengaruhi oleh
lingkungan kita. Indra kita tak akan ada artinya tanpa ada yang dicerap dan
dimaknai. Kita bukanlah mahluk yang dapat berdiri sendiri! Ini adalah bagian
dari etika hidup saya. Salah satu manifestasinya saya menjadi vegetarian. Saya berusaha untuk
meminimalkan kekerasan dan penderitaan yang ada.

 

Lalu kembali pada
masalah cinta.
Keterasingan
tadi membuahkan sebuah krisis identitas.
Manusia mengalami kesulitan untuk merumuskan dirinya di tengah-tengah dunia yang
makin cepat berputar ini. Bahkan Derrida menyimpulkan bahwa bangunan filsafat
barat adalah usaha manusia untuk menemukan identitas dan tempat untuk pulang.

 

Saya menyadari
bahwa kebutuhan utama bagi manusia adalah untuk dipahami dan diterima
sebagaimana adanya. Bahwa pada akhir hidupnya yang diinginkan manusia adalah
kebaikan dan kepedulian dari sesamanya. Makanya saya sangat menyukai lagu Jewel
yang berjudul Hands.
‘in
the end only kindness matter’.

 

Adalah hal yang
sangat wajar untuk menyayangi manusia lain.
Namun adalah hal yang aneh dimana hubungan antar
dua manusia harus diikat dalam kategori pacaran. Lain jika memang faktor
pembatasnya adalah gen dan seks. Bukannya saya mencoba mereduksi bahwa manusia
hanyalah sekedar mahluk berkesadaran. Manusia memang unik dan berbeda satu sama
lain, itu adalah suatu keniscayaan. Manusia dan sejarah saling membentuk dan
mempengaruhi, ditambah lagi dengan perbedaan faktor geografis. Makanya keunikan
itu juga bersumber dari entitas eksternal.
Dalam beberapa hal, ke-aku-an hanyalah mitos
belaka.

 

Okelah jika
manusia mau terikat dalam hubungan pacaran. Manusia memang membutuhkan
komitmen. Namun jika cinta hanya boleh pada satu orang saja karena logika
kepemilikan tadi, saya tidak setuju. Saya memang poliamor. Saya menyayangi beberapa orang dalam waktu bersamaan. Karena
rasa simpati dan sayang saya pada manusia lain bersumber dari kebaikannya. Dan
ternyata ada banyak orang baik. Maka saya menyayangi banyak orang di dunia ini.

 

Dan orang yang
hanya baik dan berbuat baik pada pacarnya saja tidak masuk dalam kategori orang
baik buat saya. Karena itu hanyalah faktor kepentingan diri sendiri saja.
Kepentingan pribadi karena orang itu sudah
meneken kontrak untuk menegaskan keberadaan dirinya. S
edangkan yang lain, hanya ngontrak di dunia ini!

 

Dari segala hal yang sudah kita bahas tadi dapat dilihat
bahwa saya berada pada tahap dimana saya memberikan komitmen saya utamanya pada
kemanusiaan, dan pada kebaikan seluruh mahluk di dunia. Peace for all the
people in the world! J

(sambil nulis ini saya guling-guling dan tertawa terbahak-bahak. jika yang membaca ingin melakukan hal yang sama, silahkan saja)

tolong, berhenti…

December 11th, 2007 by blue-cielo

tolong berhenti memanipulasi saya. saya letih.

saya tidak berkeberatan jika saya dimanfaatkan oleh orang lain, tapi cukup dengan permainan manipulasi itu.
saya manusia, saya bukan benda diam-kosong-tak berkesadaran.
cukup berikan saya alasan, cukup jujur dan terbuka, cukup ceritakan apa mimpi dan rencanamu. jika  saya paham dan menerimanya, saya akan dengan senang hati melakukan apa pun yang diperlukan.
saya selalu siap jika ada orang yang mau mengambil keuntungan dari saya. tidak masalah. 3 hal yang saya minta: alasan, jujur dan terbuka.
manipulasi itu menggerogoti sebagian dari karakter manusia, apakah tidak juga meletihkan memanipulasi orang lain?

tolong berhenti memanipulasi saya. saya letih.

serius?!

December 11th, 2007 by blue-cielo

"mana katanya mau sms? kok ditunggu ga ada?"
"oh memangnya aku ada janji apa? kok aku lupa ya bang?"
"ah masa lupa?!"
"oiya, tentang makalah buat referat ya? aku ga jadi ngambil hidrogeologi, jadinya tentang geologi kelautan"
"geologi kelautan? tentang apa?"
"tentang reklamasi pantai utara jakarta"
"hah? ngapain kau ngambil itu? itu mah mau jadi scientist, kalo referat tu ambil yang nanti mau kau geluti. masa reklamasi pantai? cari yang berduit lah! ke geologi tekniknya aja, ngapain kau urusin sedimentasinya?!"
"–speechless–"

ada yang bisa bantu saya mesti jawab apa? ada beberapa kemungkinan jawaban dalam pikiran saya:
1. "oh, gitu ya bang. oke deh entar aku cari yang lain"
2. "emang masalahnya dimana kalo aku mau jadi scientist?"
3. "ya elah bang, aku ga terlalu mikirin masalah uang. menurutku ini hal yang penting untuk diteliti. kayaknya emang aku dah ditakdirkan untuk kere sepanjang hidup deh"
4. "jadi bidang yang menghasilkan banyak uang apa bang? emang uang bisa dimakan ya?" (engga si, tapi uang bisa buat beli makan)
5. menatap wajahnya dalam2, mengerutkan dahi atau alis, kemudian memalingkan muka dan pergi tanpa berkata apa-apa.

hah, dunia yang aneh

yang tertinggal adalah senyum :)

November 20th, 2007 by blue-cielo

waktu itu saya sedang dalam perjalanan pulang. waktu yang diperlukan kurang lebih 6 jam dari dermaga karimunjawa untuk sampai di dermaga Jepara. apa yang sebaiknya kamu lakukan jika terombangambing oleh gelombang di tengah laut dengan cuaca yang kadang mendung kadang cerah dan suasana yang ntah muram ntah memang semua orang sibuk dengan pikiran dan bebannya masing2?

yang pertama saya pilih untuk lakukan adalah tidur. bukannya saya tidak suka melihat pemandangan atau saya mudah mabuk laut, hanya saja saya benci keramaian dimana semua orang berbicara pada waktu yang sama dan menimbulkan suara seperti dengungan lebah. jadi daripada saya ikut teman2 saya ke atas, lebih baik saya menikmati kesendirian saya di sini bersama dengan mereka yang memang menjadikan perjalanan ini bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

tapi kok, lama-lama ga bisa tidur juga ya? mau ngobrol, sama siapa?mau baca buku, sedang ga mood. jadilah saya akhirnya menonton tv yang berada hampir sejurus dengan pandangan mata saya. hal pertama yang melintas di pikiran saya adalah: absurd. ga jelas. tentang model cowok super aneh dengan dandanan super norak yang rajin mengurus penampilan dan ke salon tapi sangat digilai banyak orang dan disanjung-puja oleh sekian banyak perempuan.halah. kayaknya memang menggambarkan realita orang jaman sekarang yang berada pada kondisi hiperealitas dah. tapi di tengah segala keabsurdan itu, di tengah segala macam kegilaan, ada sebuah lagu aneh yang seakan-akan menjelaskannya.begini penggalan liriknya:

"hidup ini bagaikan mimpi. hidup ini begitu singkat, mengapa manusia masih harus menderita?…mana yang harus diingat dan dilupakan?"

damn!dalem banget lagunya. makin absurdlah film itu buat saya. yah saya tidak mengerti, mengapa manusia masih harus menderita. mengapa begitu gamangnya kehidupan manusia? saya pernah berada pada titik seperti yang dikatakan oleh Kierkegaard, sebuah batas antara tebing dan jurang dan tidak ada satupun yang dapat menjamin saya untuk tidak jatuh atau melompat ke bawah.

saya yakin hampir sebagian besar manusia pernah merasakannya, untuk alasan yang berbeda. kalo kata om yang satu tadi mah memang paling tepat untuk melakukan lompatan iman menuju tahap kehidupan yang paling tinggi. alias terjunlah ke jurang itu untuk mati dan bangkitlah lagi menjadi manusia yang baru yang hidup bukan hanya untuk kesenangan atau kewajiban saja.

kamu butuh sesuatu untuk dipegang?sesuatu untuk bertahan? saya mengerti. berada dalam kondisi dimana seakan-akan dunia memusuhi kamu dan tidak meninggalkan sedikit ruangpun untuk bersembunyi bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. berada dalam kondisi ketiadaan acuan untuk memilih, paling tidak untuk sekedar bergerak, bukanlah hal remeh untuk tidak ditanggapi.

perlahan berjuang untuk mengatasi perih di hati akibat pertanyaan yang menusuk dada, benarkah dunia sedang kehilangan nilainya dan tidak ada satu orang baikpun yang tersisa di dunia?benarkah kita memang ditakdirkan untuk menderita? siapa yang memutuskannya? kenapa hal itu harus terjadi padamu?kenapa bukan saya?kenapa hati kamu harus dirobek-robek sedemkian besar?mengapa kamu harus disakiti?mengapa tidak ada yang menolong?mengapa saya tdk bisa melakukan apa2 untuk kamu saat itu?mengapa terasa harga manusia begitu rendah,hampir tak berarti?mengapa dukamu harus begitu dalam?mengapa tidak ada yang peduli?mengapa kita msh meneruskan kehidupan ini dengan sedemikian banyak dan berat beban?mangapa kamu harus dihancurkan dan diluluhlantakkan sedemikian rupa?ataukah semua itu hanya kesalahan persepsi saya saja?ataukah sebenarnya itu bukan apa2,kamu bahagia dan dunia baik2 saja?

aku bukan nihilis. aku bukan korban. aku tahu kamu masih bisa mengangkat kepalamu.tapi kamu tahu, aku juga ikut mati di dalam. ada yang hilang dari diriku dan tidak akan pernah bisa jadi sama lagi. luka ini akan tetap ada dengan sebuah pertanyaan yang tertinggal, berhargakah penderitaan yang telah kamu alami?

aku senang kamu kembali tegar. kamu memang luarbiasa. aku percaya kamu bisa bersinar secerah matahari di musim panas.suatu saat kita pasti akan kembali ke bintang.jangan takut.

yeah, may it an evening star my dear…

[dedicated for seribulaut]

malam dan mereka

October 27th, 2007 by blue-cielo

Once I wanted to be the greatest
No wind or waterfall could stall me
And then came the rush of the flood
Stars of night turned deep to dust

Melt me down
To big black armour
Leave no trace
Of grace
Just in your honor
Lower me down
To culprit south
Make ‘em wash
A space in town
For the lead and the dregs
Of my bed i’ve been sleepin’
Lower me down
Pin me in
Secure the grounds
For the later parade

Once I wanted to be the greatest
Two fists of solid rock
With brains that could explain
Any feeling
Lower me down
Pin me in
Secure the grounds
For the dregs of my bed
I’ve been sleepin’
For the later parade

Once I wanted to be the greatest
No wind or water fall could stall me
And then came the rush of the flood
Stars of night turned deep to dust

aku ingin mengabadikan malam ini…
malam yang mungkin akan jarang kunikmati lagi…
karena disini aku sedang menikmati malam-malam jahanam lain bersama dengan para jahanam…
dio, gita dan yang baru datang oky…
malam2 lain di sunken…
ahhh…orang2 yang gw sayangi…
dio yang sekarang kuliah di sosiologi UI
oky yang dah lulus S2 dan kerja di jakarta…
dengan diiringi lagu2 kami yang penuh makna…

Hard times flowing and my eyes couldn’t see stars shining
My heart couldn’t feel the beauty of the rising sun
And I’m lost like a bottle that floats in the sea for ever
Will somebody pick up my hope?
Will somebody try?
Will I realize?

’cause it’s broken broken
Something got broken like stolen
Stolen, like if it was stolen
And hurting, hurting
I have been hurting and now
Only time will tell
Time will heal

Just pieces of truth that I chose to keep
No matter if now they are gone
No matter if I am alone
Still I can get back on my feet and walk on
As I know there was something to learn
I know there will always be more worth moving on for

Though, it’s broken broken
Something got broken like stolen
Stolen, like if it was stolen
And hurting hurting
I have been hurting and now
Only time will tell

I’d love to be one of those colorful early summer days
When everybody is happy that you came
Everybody smiles back at you as soon as your eyes cross their eyes
But something has to happen first
I know winter has to come before it blossoms

So it’s broken broken
Something got broken like stolen
Stolen, like if it was stolen
And hurting hurting
I have been hurting and now
Only time will tell

yah…memang kami tidak sama lagi seperti dulu…
tapi gw sungguh beruntung bisa mengenal dan mengalami hidup bersama mereka…
bercerita tentang kehidupan yang tak lagi sama ditemani dengan bulan penuh yang bertengger di cakrawala…juga kerlap kerlip lampu bagaikan menyemarakkan kehidupan dengan warna-warninya…

aku ingin menelan bulan
supaya cahanya menerangi hatiku, yang kelam

haha…sambil makan garam dan ditemani marlboro…
aku tau, setiap kehidupan memiliki kisahnya masing2
dan kami adalah bagian dari kehidupan itu

cerita yang kami mulai kurang lebih 2 tahun yang lalu
siapa yang tau masa depan mempunyai kado apa untuk kita semua???
kami benci keramaian!tapi hati kami takkan pernah menjadi sunyi dan kosong

karena ada dirimu, diriku
dan kita akan menjadi sebuah pohon kehidupan
yang menunjamkan akarnya ke perut bumi
yang memberikan keteduhan bagi yang bersedia singgah dan sedikit mengenal kami

saya sungguh beruntung
karena adanya kalian
saya lebih kuat dan lebih bermakna
karena apalah artinya hidup yang tak bermakna..
siapa yang tau 10 tahun kemudian
tapi masih ada kita disini, saat ini…

rest your head
you worry too much
it’s going to be alrite
when times get rough
you can fall back on us
dont give up
please, dont give up…